Dec 05

Pembinaan Nasional Tahap I IOAA 2015

press release:

Pembinaan Nasional Tahap I IOAA 2015

Menjelang selesainya Olimpiade Sains Nasional 2014 di Mataram pada bulan September lalu, siswa peraih medali emas, perak dan perunggu berhak mengikuti pelatihan tahap 1 yang dipersiapkan sebagai tim nasional dan akan mewakili Indonesia pada IOAA 2015 yang kebetulan akan dilaksanakan di Indonesia. Para siswa menjalani pelatihan ketat selama 1 bulan yang berlangsung di Balai Kartini-Bandung yang dimulai pada 26 Oktober 2014 sampai 23 November 2014.

Pelatihan tahap 1 meliputi pemahaman dasar materi baik teori maupun observasi. Pemahaman dasar teori tidak hanya astronomi, namun juga teori dasar matematika dan fisika. Peserta melakukan belajar teori di ruang kelas balai Kartini, Bandung, sedang kegiatan observasi sebagian besar dilaksanakan di Observatorium Bosscha, Lembang. Dalam KBM di kelas, siswa diberi kesempatan untuk belajar mandiri maupun belajar kelompok. Dalam salah satu kelas fisika bintang yang dipimpin oleh Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc, siswa-siswa secara berkelompok diminta memilih sebuah gugus bintang untuk dianalisis dan ditentukan parameter fisisnya dengan software VIREO. Dalam pekerjaan ini siswa dituntut untuk memiliki setiap basis dari materi fisika bintang dan penalaran yang baik dalam penjabaran hasil yang mereka peroleh, yang selanjutnya akan mereka presentasikan secara kelompok. Berikut ini adalah file-file presentasi yang telah dibuat oleh siswa-siswa terbaik bidang Astronomi tingkat SMA tersebut:

Presentasi kelompok 1 – Pengamatan Fotometri dan Analisis Gugus Bintang IC 4665

Presentasi kelompok 2 – Pengamatan Fotometri dan Analisis Gugus Bintang M 67

Presentasi kelompok 3 – Pengamatan Fotometri dan Analisis Gugus Bintang NGC 6475

Presentasi kelompok 4 – Pengamatan Fotometri dan Analisis Gugus Bintang IC 2391

Presentasi kelompok 5 – Pengamatan Fotometri dan Analisis Gugus Bintang M 44

Presentasi kelompok 6 – Pengamatan Fotometri dan Analisis Gugus Bintang IC 2602

Presentasi kelompok 7 – Pengamatan Fotometri dan Analisis Gugus Bintang NGC 752

Selain mendapatkan pelatihan materi teori dan observasi, peserta juga melakukan jalan-jalan di akhir pekan untuk melepas penat. Di bawah ini beberapa kenang-kenangan foto pada pelatihan tahap 1 lalu.

ice-skating-akhir-pekan

Picture 1 of 21

Selanjutnya, dari pelatihan tahap 1 ini akan dipilih 15 sampai 20 siswa terbaik yang berhak mengikuti pelatihan tahap 2 pada bulan Februari. Pengumuman secara resmi akan disampaikan pada website ini. Sampai jumpa pada pelatihan tahap 2!

Lembang, 5 Desember 2014

Admin Website TPOA

Aug 12

Press Release: Hasil The 8th IOAA di Suceava, Rumania

Press Release:

Tim Indonesia meraih 3 medali perak, 3 medali perunggu dan 1
Special Merits for Youngest Participant dalam 8th International
Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Suceava,
Romania

 

Tim Indonesia mengikuti the 8th IOAA yang telah berlangsung pada 1-10 Agustus 2014 di Suceava dan Gura Humorului, Romania. The 8th IOAA ini dihadiri oleh 42 tim dari 37 negara peserta yakni: Bangladesh, Belarus, Bolivia, Brazil, Bulgaria, Canada, China, Colombia, Croatia, Czech Republic, Greece, Hungary, India, Indonesia, Iran, Korea, Kazakhstan, Lithuania, Macedonia, Nepal, Poland, Portugal, Romania, Serbia, Singapore, Slovakia, Slovenia, Sri Lanka, Thailand, Ukraina, USA (Situs web yang bertautan dengan event ini dapat dilihat di http://www.ioaa2014.ro/).

Siswa-siswi Indonesia menempuh berbagai ronde dalam ajang IOAA meliputi:

  1. Team Competition yang berisi proyek perencanaan pertahanan Bumi dari tumbukan Asteroid dengan menggunakan teknik dalam mekanika benda langit. Tim diberi waktu 1,5 jam untuk menyelesaikan masalah ini.
  2. Ronde teori, berisi 12 soal-soal essay pendek dan 2 soal-soal essay panjang dengan tingkat kesulitan rata-rata amat tinggi.
  3. Ronde analisis data yang intinya memecahkan 3 masalah astronomi pengamatan dan teoretis melalui pengolahan data dan grafik.
  4. Ronde observasi berisi 2 babak persoalan yang harus dipecahkan di dalam kubah planetarium maupun dengan menggunakan carta bintang waktu 30 menit. Adapun ronde observasi menggunakan teleskop di lapangan, dibatalkan karena cuaca buruk.

 

Perolehan medali adalah sebagai berikut:

Medali Perak:

  • Athariq Ramadino (SMA Unggulan MH Thamrin, DKI Jaya)
  • Marcelina Viana (SMA Santa Ursula, DKI Jaya)
  • Kusuma Yani Pramanto (SMAN 4 Berau, Kalimantan TImur)

Medali Perunggu:

  • Joandy Leonata Pratama (SMA Sutomo 1, Medan, Sumatera Utara)
  • Rizky Oulia O.P.L (SMAN Plus, Provinsi Riau)
  • M. Faqih Afthon (SMAN 2, Jawa Tengah)

Honorable mentions, sekaligus Special Merit for the Youngest Participant:

  • M. Faisal Dzukfikar (16 tahun, SMAN 3 Malang, Jawa TImur)

 

Tim Indonesia juga disertai dengan dua observers: Suharlan, SH, MM, Kasubdit Program dan Pembinaan, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen Dikman, Kemendikbud, dan Drs. Nur Hadi Amiyanto, M.Ed., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Dalam International Board Meeting, dipresentasikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah IOAA 2015 di Jawa Tengah, dan dalam upacara penutupan diputar trailer IOAA 2015 yang mengetengahkan promosi akademik dan pariwisata Provinsi Jawa Tengah dilengkapi informasi penting bagi team leaders, observers maupun siswa-siswa. Hadir dalam upacara penutupan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Romania, Bapak Diar Nurbintoro.

 

Suveave, 10 Agustus 2014

Tim Leader Indonesia untuk IOAA 2014
Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc.
Dr. rer.nat. M. Ikbal Arifyanto
Dr. Aprilia

Observer Indonesia untuk IOAA 2014
Drs. Nur Hadi Amyanto
Suharlan, SH, MM

Dokumentasi:

Tim Indonesia di IOAA 2014

Tim Indonesia: Kiri ke kanan: Kusuma Yani Pramanto, Joandi , Dr. Aprilia, Athariq Ramadino, Marcelina Viana,

Dr. rer.nat. Ikbal Arifyanto, M. Faizal Dzulfikar, M. Faqih Afthon, Dr. Hakim L. Malasan dan Rizky Oulia OPL

dalam acara pembukaan 8th IOAA di Suceava, Romania

Tim Indonesia dan Duta Besar RI untuk Romania

Foto bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Romania, Bapak Diar Nurbintoro usai
upacara penutupan dan pembagian medali.

Aug 05

Press Release: The 8th IOAA di Suceava, Rumania

Press Release:

TIM INDONESIA KE 8th INTERNATIONAL OLYMPIAD ON ASTRONOMY
AND ASTROPHYSICS (IOAA) DI SUCEAVA, RUMANIA

Tahun 2014 ini, untuk kedelapan kalinya diselenggarakan Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika (IOAA) tingkat Sekolah Menengah Atas di kota Suceava, Rumania, tanggal 1 Agustus hingga 10 Agustus 2014. Jumlah negara peserta yang sudah terdaftar pada IOAA ke-8 ini adalah 45 tim dari 40 negara.

Indonesia akan mengirimkan 2 (dua) Tim Nasional yang masing-masing beranggotakan lima siswa SMA dan dua siswa SMA, dengan tiga team leader dan satu orang observer. Pengiriman dua tim ini mengingat pada tahun 2015 Jawa Tengah, Indonesia akan menjadi tuan rumah IOAA ke-9 tahun 2015. Ketujuh siswa peserta tersebut adalah :

TIM A :

  1. Joandy Leonata Pratama, dari SMA Sutomo 1 Medan, Sumatera Utara,
  2. Athaariq Ramadino, dari SMAN Unggulan M.H. Thamrin Jakarta, DKI Jakarta,
  3. Rizky Oulia O.P.L, dari SMAN Plus Provinsi Riau, Riau,
  4. Marcelina Viana, dari SMA Santa Ursula, DKI Jakarta,
  5. Kusuma Yani Pramanto, dari SMA 4 Berau, Kalimantan Timur.

TIM B :

  1. M. Faqih Afthon, dari SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah,
  2. M. Faisal Dzulfikar, dari SMAN 3 Malang, Jawa Timur.

 

Mereka akan didampingi team leader Dr.rer.nat. M. Ikbal Arifyanto, Dr. Aprilia, (Leader tim A) dan Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc. (Leader Tim B) serta observer Muamar Surawidarto. Ketiga team leader adalah dosen di Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, dan observer dari Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain sepuluh anggota tim tersebut, dari Indonesia ada juga Dr. Chatief Kunjaya yang akan berangkat ke Suceava mengikuti kegiatan IOAA ini sebagai Presiden IOAA.

Team leader akan bertugas ikut menganalisis soal-soal yang akan diujikan, menerjemahkan soal ke dalam Bahasa Indonesia, memeriksa hasil pekerjaan siswa Indonesia dan berdebat dengan juri memperjuangkan penilaian yang fair bagi siswa Indonesia. Observer mempunyai tugas mengamati seluruh rangkaian kegiatan, sebagai bahan laporan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setelah melalui proses pelatihan dan penyaringan tiga tahap yang berlangsung sejak Oktober 2013, Tim Nasional ini selanjutnya dibina di Program Studi Astronomi ITB, Bandung, Observatorium Bosscha ITB, Lembang, LPD Tanjungsari, LAPAN, BMKG, dan Planetarium Jakarta, selama kurang lebih dua belas minggu, oleh para Dosen dan Asisten Kelompok Keahlian Astronomi, peneliti LAPAN dan BMKG serta staf Planetarium dan Observatorium DKI.

Sesuai dengan statuta IOAA, pada olimpiade ini akan terdiri dari 4 ronde yaitu ronde pengamatan (observational round) pada tanggal 4 dan 8 Agustus, ronde teori (theoretical round) pada tanggal 5 Agustus, praktek pengolahan data (practical data analysis round) pada tanggal 7 Agustus, dan team competition pada tanggal 9 Agustus. Team competition akan dipertandingkan untuk menentukan gelar the best team.

Dengan raihan satu medali emas, satu perak dan satu perunggu serta tempat ketiga di Team Competition pada IOAA ke-7 tahun 2013 di Volos, Yunani, maka kami menargetkan prestasi yang sama bahkan lebih baik dari tahun lalu.

Doa restu dari rakyat Indonesia sangat diharapkan agar tim nasional IOAA dapat mencetak prestasi yang membanggakan kita semua.

Tertanda Tim Leader IOAA 2014 Indonesia

Dr. rer. nat. M. Ikbal Arifiyanto

Dr. Aprilia

Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc.

Older posts «