«

Nov 27

Press Release: Hasil Timnas Indonesia di IOAA 2017

International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2017 yang berlangsung di kota wisata Phuket, Thailand telah berakhir. Sekitar 217 siswa, dan 125 team leader dan observer, yang berasal dari 45 negara telah berpartisipasi pada IOAA kali ini. Satu hal yang patut disayangkan, satu tim dari Jordania dan Bangladesh gagal untuk hadir kali ini.

Selama sepuluh hari, siswa telah melalui tiga ronde utama yang diperlombakan dalam ajang ini. Ronde analisa data dan ronde teori dilaksanakan di aula hotel Duangjit Resort pada tanggal 13 dan 16 November 2017, sedangkan ronde pengamatan yang terdiri atas dua bagian dilaksanakan pada tanggal 14, 16 dan 17 November di Prompthep Cape, Phuket. Sayang sekali ronde pengamatan pada tanggal 14 dan 16 November gagal dilaksanakan karena langit yang berawan cukup tebal. Karena itu penilaian observasi hanya diperoleh dari ronde simulasi langit pada tanggal 17 November 2017.

Pada ronde teori, siswa bergelut dengan 5 soal pendek, 5 soal medium dan 3 soal panjang selama 5 jam non-stop. Sedangkan pada ronde analisa data terdapat 2 soal yang harus diselesaikan dalam 4 jam. Kecerdasan dan ketahanan siswa benar-benar diuji dalam ronde-ronde tersebut. Pada tanggal 18 November, siswa memulai ajang kompetisi tim yang kali ini tim-nya tidak lagi per negara, tetapi dicampur dari berbagai negara. Satu tim terdiri dari 7 siswa. Satu tim siswa dimasukan ke mini planetarium dan diputar simulasi langit di suatu tempat dimana mereka terdampar pada suatu pulau. Mereka harus mencari tahu posisi koordinat dan waktu tempat mereka berada.

Performa siswa dalam ketiga ronde tersebut menentukan prestasi yang diperoleh setiap siswa. Apakah siswa berhak meraih medali emas, perak, perunggu, atau penghargaan lain, ditentukan oleh nilai total yang ia capai. Pada akhirnya, terpilih 10 peraih medali emas, 22 peraih medali perak, 35 peraih medali perunggu dan 45 honorable mentioned. Semua siswa dari Indonesia memperoleh medali Perunggu. Kelima siswa dari Indonesia adalah :

1. Ahmad Sirojul Millah, dari MAN Insan Cendekia Serpong, Banten
2. Mochammad Azmy Adzkiansyah, dari SMAN 3 Malang, Jawa Timur
3. Muhammad Dino Wibisono, dari SMAN 5 Bekasi, Jawa Barat
4. Muhammad Ikhsan Kusrachmansyah, dari SMA Kesatuan Bangsa, DI Yogyakarta
5. Yunianti Khotimah, dari SMA Semesta BBS Semarang, Jawa Tengah

Salah satu siswa kita yaitu Yunianti Khotimah dan tim-nya memperoleh Second Price for Team Competition karena tim-nya adalah salah satu yang berhasil menyelesaikan soal simulasi langit di dalam mini planetarium.

Perolehan medali emas yang hanya 10 buah itu didominasi oleh siswa dari Thailand dan Amerika Serikat dengan masing-masing memperoleh dua buah medali emas, sedangkan sisa 8 medali emas diperoleh oleh berberapa negara diantaranya adalah Slovakia, Iran, India dan beberapa negara lain. Sayang sekali dari 6 negara ASEAN selain Thailand yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Laos dan Vietnam yang ikut IOAA kali ini tidak ada satupun yang memperoleh medali emas.

IOAA 2017 telah berakhir dengan suka cita. Bukan saja menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertukarkan budaya dan menjalin persahabatan. IOAA tahun depan belum diputuskan karena masih menunggu keputusan dari pemerintah calon tuan rumah yaitu antara Iran dan Srilanka.

Phuket, 20 November 2017
M. Ikbal Arifyanto (Team Leader)
Aprilia (Team Leader)
Judo Priswanto (Observer)