Press Release: Hasil Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasioal

Press Release

Tim Indonesia meraih 3 medali perak dan 2 medali perunggu dalam
6th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)
di Rio de Janeiro, Brazil

Tim Indonesia mengikuti the 6th IOAA yang telah berlangsung pada 4-14 Agustus 2012 di Rio de Janeiro dan Vassouras, Brazil. The 6th IOAA ini dihadiri oleh 30 tim dari 27 negara peserta yakni: Bangladesh, Belarus, Bolivia, Brazil (main dan guest teams), Bulgaria, China, Colombia, Croatia, Czech Republic, Greece, Hungary, India, Indonesia, Iran (main dan guest teams), Korea, Kazakhstan, Lithuania, Poland, Portugal, Romania, Serbia, Singapore, Slovakia, Sri Lanka, Thailand, Ukrain dan United Arab Emirates (Situs web yang bertautan dengan event ini dapat dilihat di http://www.ioaa2012.ufrj.br/)

Siswa-siswi Indonesia menempuh berbagai ronde dalam ajang IOAA meliputi:

  1. Team Competition yang berisi proyek riset teoritis mengenai planet yang berada di sistem bintang ganda dekat. Tim diberi waktu 4 hari untuk menyelesaikan masalah ini.
  2. Ronde teori, berisi 15 soal-soal essay pendek dan 2 soal-soal essay panjang dengan tingkat kesulitan rata-rata tinggi.
  3. Ronde analisis data yang intinya memecahkan 2 masalah astronomi observasi melalui pengolahan data dan grafik
  4. Ronde observasi berisi 5 persoalan yang harus dipecahkan di lapangan dengan menggunakan teleskop dan mata bugil dalam waktu 20 menit

Cuaca yang sangat cerah dengan temperature dingin, turun hingga 9 C pada malam hari tidak menghambat siswa dalam melaksanakan lomba.

Perolehan medali adalah sebagai berikut:

Medali Perak

  • Sabrina Rizki Aulia (SMA Negeri 8, Jakarta, DKI Jaya)
  • Dinda Zhafira (SMA Negeri 5 Surabaya, Jawa Timur)
  • Leonard (SMA Sutomo 1, Medan, Sumatera Utara)

Medali Perunggu

  • Siti Fatima (SMA Negeri 3, Sampang, Jawa Timur)
  • James Lim (SMAK Petra 2, Jawa Timur)

Rio de Janeiro, 13 Agustus 2012
Tim Leader Indonesia untuk IOAA 2012

Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc.
Dr. rer.nat. M. Ikbal Arifyanto

Observer Indonesia untuk IOAA 2012

Ir. Gunardi Sihhatmanahadi

 

 

Tim Indonesia: Kiri ke kanan: Leonard, James Lim, Dinda Zhafira, Sabrina Rizqi Aulia dan Siti Fatima, dalam acara pembukaan 7th IOAA di Planetarium Rio, Rio de Janeiro, Brazil

 

Tim Indonesia usai upacara penutupan. Kiri-ke kanan: Gunardi Sihhatmanahadi, Leonard (Perak), M. Ikbal Arifyanto, James Lim (perunggu), Dinda Zhafira (Perak), Sabrina Rizqi Aulia (Perak), Siti Fatima (Perunggu), Hakim L. Malasan dan Natalia Maia (Guide)

Pengajar dan Asisten

Pengajar dan asisten pada pelatihan dan seleksi tahap II hampir seluruhnya berasal dari Program Studi Astronomi, Institut Teknologi Bandung (ITB). Nama-nama pengajar dan asisten dapat dilihat pada daftar berikut ini.

Pengajar

  1. Dr. Chatief Kunjaya
  2. Dr. Dhani Herdiwijaya
  3. Dr. Hakim L. Malasan
  4. Dr. Suhardja D. Wiramihardja
  5. Dr. Iratius Radiman
  6. Dr. Moedji Raharto
  7. Dr. rer. nat. M. Ikbal Arifyanto
  8. Dr. Suryadi Siregar
  9. Dr. rer. nat. Hesti Tri Wulandari
  10. Dr. Yayan Sugianto
  11. M. Irfan, M.Si
  12. Dr. Aprilia

Tutor Teori

  1. Miftahul Hilmi
  2. Rhorom Priyatikanto, S.Si

Asisten Praktek Pengamatan

  1. Rifki Wisnu Aryawardana
  2. Ramadhani Putri Ayu
  3. Annisa Novia Indra Putri
  4. Gabriella Kezia Haanz
  5. Rhisa Azaliah
  6. Dhimaz Gilang Ramadhan
  7. I Putu Wira Hadiputrawan
  8. Zainuddin Muhammad Arifin
  9. Geavani Eva R

International Astronomy Olympiad (IAO) dan International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)

International Astronomy Olympiad (IAO) dan International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) merupakan dua ajang kejuaraan astronomi internasional yang sangat bergengsi yang dapat membawa citra bangsa sekaligus sebagai indikator kemampuan siswa Indonesia dalam mempelajari astronomi. Untuk tahun 2010 ini IOAA dilangsungkan di Beijing, Republik Rakyat Cina pada tanggal 12-21 September 2010, sedangkan IAO kemungkinan akan diselenggarakan di Kazakhstan dengan waktu yang belum ditentukan.

Untuk mempersiapkan Tim Olimpiade Astronomi Indonesia, Depdiknas telah melakukan seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat propinsi, sampai tingkat nasional yang dikemas dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sebagai salah satu ajang seleksi untuk memilih calon peserta olimpiade internasional, OSN telah dilaksanakan pada tanggal 3-9 Agustus 2009 di Jakarta. Sebanyak 30 siswa pemenang medali emas, perak, atau perunggu dalam bidang astronomi dipanggil untuk mengikuti pelatihan dan seleksi tahap I yang telah dilaksanakan di Bandung pada tanggal 11 Oktober s/d 8 November 2009. Hasilnya, 17 siswa yang menempati peringkat teratas dinyatakan lolos ke pelatihan dan seleksi tahap II.

Pelatihan tahap II telah dilaksanakan pada tanggal 4 April s/d 2 Mei 2010 di BPP Kartini, Jl. Kartini 10, Bandung dan Observatorium Bosscha, Lembang. Pelatihan tahap II ini diikuti oleh 20 siswa, terdiri dari 17 siswa hasil seleksi tahap I dan 3 siswa pemenang medali di olimpiade astronomi internasional tahun-tahun sebelumnya yang masih memenuhi persyaratan usia. Namun pada kenyataannya, pelatihan dan seleksi tahap II ini diikuti oleh 19 siswa karena ada satu siswa yang mengundurkan diri.

Pelatihan tahap II ini lebih menekankan pada pendalaman materi dan pengetahuan astronomi yang telah diperoleh pada saat pelatihan tahap I. Berbeda dengan pelatihan tahap I, pada pelatihan tahap II ini ujian tidak diberikan setiap hari, namun hanya dilaksanakan setiap hari senin dan kamis selama dua sesi (satu sesi sama dengan 100 menit). Dengan perubahan ini, diharapkan peserta dapat lebih fokus dan tenang saat menerima materi di kelas. Selain itu, juga diberikan pembahasan soal ujian agar peserta dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan pada saat ujian. Lalu, pemberian latihan soal sebanyak satu atau dua sesi per minggu semakin mengasah kemampuan peserta dalam memecahkan persoalan sebagai bekal pertandingan yang sesungguhnya di ajang internasional. Terakhir, praktek dan ujian pengamatan pada tahap II ini dilaksanakan selama satu minggu penuh di Observatorium Bosscha. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kelelahan dan efisiensi waktu akibat bepergian dari BPP Kartini ke Observatorium Bosscha.

Pada pelatihan tahap II ini juga diadakan sekali rekreasi dan sekali outbond. Rekreasi bertujuan untuk menyegarkan peserta agar tidak jenuh dan outbond bertujuan untuk membangun kekompakan antar peserta dan menumbuhkan kepercayaan diri tiap peserta. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta selama mengikuti dua kegiatan tersebut.