Press Release: Hasil Tim Nasional Indonesia dalam The 12th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2018.

The 12th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2018 yang berlangsung tanggal 3-11 November 2018 di kota Beijing, PR China baru saja berakhir. IOAA ke-12 ini diselenggarakan oleh Beijing Academy of Science and Technology dan Foreign Affairs of the People’s Government of Beijing Municipality. Beijing Planetarium bertindak sebagai tuan rumah.
Sebanyak 209 siswa, dan 71 team leaders dan 35 observers, yang berasal dari 39 negara telah berpartisipasi pada IOAA kali ini. Satu hal yang patut disayangkan, satu tim dari Srilanka gagal hadir kali ini, sedang satu tim dari Pakistan terlambat datang karena masalah visa. Para team leaders dan observers menginap di Xijuan Hotel, Beijing, sedang siswa tinggal dan berlomba di Holiday Inn Resort, Yanqing sekitar 2 jam dari kota Beijing.

Selama sepuluh hari, siswa telah melalui tiga ronde utama yang diperlombakan dalam ajang ini. Ronde Teori dilaksanakan di Conference Room, Holiday Inn Resort, Yanqing, pada tanggal 5 November 2018, diikuti ronde kompetisi tim dan ronde pengamatan yang terdiri atas dua bagian yaitu day time dan night time pada 6 November 2018. Ronde pengamatan dilaksanakan secara in-door, karena langit dinilai kurang baik untuk pengamatan. Ronde Analisa Data berlangsung 5 jam pada 8 November 2018 di Conference Room, Holiday Inn Resort. Temperatur di Holiday Inn Resort sekitar 0 derajat Celcius.

Pada ronde teori, siswa bergelut dengan 11 soal-soal terdiri atas 2 soal Betul-Salah, 7 soal essay pendek-medium dan 2 soal essay panjang selama 5 jam. Sedangkan pada ronde analisa data sejumlah 2 soal panjang harus diselesaikan dalam 5 jam. Kecerdasan dan ketahanan siswa benar-benar diuji dalam ronde-ronde tersebut. Pada tanggal 6 November, siswa memulai ajang kompetisi tim yang dicampur dari berbagai negara. Satu tim siswa diminta menentukan ketinggian bukit di belakang Holiday Inn. Mereka diberi waktu 2 hari untuk menyelesaikan masalah kompetisi tim ini. Dalam acara Cultural Night 9 November 2018, siswa-siswa Timnas menyuguhkan tarian Yamko Rambe Yamko dan kemudian mengajak peserta untuk naik ke panggung menari Maumere. Tarian disambut meriah oleh hadirin. Acara ekskursi untuk siswa-siswa adalah mengunjungi China Great Wall, sedang team leaders dan observers berkesempatan mengunjungi Forbidden City, Beijing.

Performa total siswa dalam ketiga ronde tersebut menentukan prestasinya. Siswa berhak meraih medali emas, perak, perunggu, atau penghargaan lain, ditentukan oleh nilai total yang ia capai. Pada akhirnya, terpilih 26 peraih medali emas, 52 peraih medali perak, 35 peraih medali perunggu dan 34 honorable mentioned. Sselurh siswa dari Indonesia memperoleh medali dengan rincian sebagai berikut :
1. Ahmad Izuddin, dari SMAN Plus Provinsi Riau, Riau, Perunggu
2. Made Yongga Anggar Pangestu, dari SMAN 1 Mataram, NTB, Perunggu
3. Muhammad Fajril Afkaar Ali, dari SMA Kharisma Bangsa, Banten, Perunggu
4. Muhammad Ikhsan Kusrachmansyah, dari SMA Kesatuan Bangsa, DI Yogyakarta, Perak
5. Nathanael Beta Budiman dari SMAN 2 Jakarta, DKI Jakarta, Emas

Timnas IOAA 2018 berterima kasih pada Bapak Yaya Sutarya, Atdikbud Pendidikan dan Kebudayaan, dan Ibu Listyowati, Minister/Deputy Chief of Mission pada KBRI Beijing yang berkenan hadir dalam Pembukaan dan Penutupan, menerima team leaders dan menyediakan transportasi bagi timnas di Beijing.

IOAA 2018 telah berakhir dengan suka cita. Bukan saja menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertukarkan budaya dan menjalin persahabatan. IOAA 2019 akan dilaksanakan 2-10 Agustus di Keszthely, Hungary (http://www.ioaa2019.hu).

Beijing, 11 November 2018

Aprilia (Team Leader)
Hakim L. Malasan (Team Leader)
Lunatiti Apriliana (Observer)