Press Release: Hasil Timnas Indonesia di IOAA 2016

International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2016 yang berlangsung di kota Bhubaneswar, provinsi Odissa, India telah berakhir. Sekitar 234 siswa, dan 125 team leader dan observer, yang berasal dari 42 negara telah berpartisipasi pada IOAA kali ini. Satu hal yang patut disayangkan, satu tim dari Pakistan gagal untuk hadir kali ini.

Selama sepuluh hari, siswa telah melalui tiga ronde utama yang diperlombakan dalam ajang ini. Ronde pengamatan yang terdiri atas tiga bagian dilaksanakan tanggal 12 Desember di tiga tempat berbeda. Pertama, ronde simulasi langit di Planetarium Bhubaneswar. Kedua, ronde pemahaman peta langit di kampus National Institute of Science Education and Research (NISER). NISER adalah sebuah universitas pendidikan sains yang baru dibangun di provinsi Odisa. Para siswa selama IOAA juga menginap di asrama mahasiswa NISER. Bagian yang terakhir adalah ronde pengamatan langit malam menggunakan teleskop di Oneness International Highschool. Pada tanggal yang sama, siswa juga memulai ajang kompetisi tim dengan menjawab berbagai pertanyaan terkait transfer orbit wahana antariksa Voyager yang dikirimkan ke planet Jupiter. Mereka diberi waktu tiga hari untuk menjawabnya.

Ronde kedua adalah ronde teori yang berlangsung pada hari Rabu, 14 Desember dan esoknya ronde analisa data pada hari Kamis 15 Desember. Pada ronde teori, siswa bergelut dengan 5 soal pendek, 5 soal medium dan 2 soal panjang selama 5 jam non-stop. Sedangkan pada ronde analisa data terdapat 3 soal yang harus diselesaikan dalam 4 jam. Kecerdasan dan ketahanan siswa benar-benar diuji dalam ronde-ronde tersebut. Kedua ronde dilakukan di NISER Campus, di Jatni, Bhubaneswar.

Performa siswa dalam ketiga ronde tersebut menentukan prestasi yang diperoleh setiap siswa. Apakah siswa berhak meraih medali emas, perak, perunggu, atau penghargaan lain, ditentukan oleh nilai total yang ia capai. Pada akhirnya, terpilih 14 peraih medali emas, 28 peraih medali perak, 50 peraih medali perunggu dan 48 honorable mentioned. Berikut ini adalah capaian tim Indonesia:

 

No Nama Asal Sekolah Prestasi
1 M. Rafif Rabbani SMA 81 DKI Jakarta Medali Perak
2 M. Ali Syaifudin SMA Semesta Semarang, Jateng Medali Perunggu
3 M. Reyhan Respati SMAN 47 DKI Jakarta Medali Perunggu
4 Jofiandy L. Pratama SMA 1 Sutomo Medan, Sumut Medali Perunggu
5 Yunianti Khotimah SMA Semesta Semarang, Jateng Medali Perunggu

Perolehan medali emas didominasi oleh India dan Iran dengan masing-masing memperoleh dua buah medali emas, sedangkan sisa 10 medali emas diperoleh oleh berberapa negara diantaranya adalah Tiongkok, USA, UK dan beberapa negara lain. Sayang sekali dari 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam) yang ikut IOAA kali ini tidak ada satupun yang memperoleh medali emas.

IOAA 2016 telah berakhir dengan suka cita. Bukan saja menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertukarkan budaya dan menjalin persahabatan. Sampai jumpa di IOAA kesebelas yang akan diselenggarakan di Phuket, Thailand pada pertengahan bulan November tahun 2017.

Bhubaneswar, 18 Desember 2016
M. Ikbal Arifyanto (Team Leader)
Rhorom Priyatikanto (Team Leader)
Uce Veriyanti (Observer)