Press Release: Pelepasan Timnas IAO 17th Gwangju, Korea

Press Release

Tim Indonesia ke 17th International Astronomy Olympiad (IAO) di Gwangju, Korea

 

Setelah 5 (lima) siswa berhasil memperoleh 3 perak dan 2 perunggu dalam ajang 6th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Vassouras, Brazil, Agustus yang lalu, bulan ini Indonesia akan berpartisipasi dalam the 17th International Astronomy Olympiad (IAO) yang akan berlangsung pada 15-24 Oktober 2012 di Gwangju, Korea.  The 15th IAO ini akan dihadiri oleh sekitar 16 negara peserta.

Dalam arena 17th IAO ini, Indonesia mengirimkan tim yang terdiri dari dua orang siswa yang akan mengikuti grup senior (b) dalam IAO yaitu :

  1. Andy Einsten (Kelas XI, SMA St. Petrus, Pontianak, Kalimantan Barat)
  2. Rizki Wahyu Pangestu (Kelas XI, SMAN 1, Banjarnegara, Jawa Tengah)

Tim nasional akan didampingi oleh dua orang staf dari Kelompok Keahlian/Program Studi Astronomi, FMIPA, ITB, yaitu Dr. Suryadi Siregar, DEA yang bertindak sebagai Pedagogical Jury dan Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc. sebagai Leader.

Setelah melalui proses pelatihan dan penyaringan tiga tahap yang berlangsung sejak Oktober 2011, Tim Nasional ini selanjutnya dibina di Program Studi Astronomi ITB, Bandung, Observatorium Bosscha ITB, Lembang dan Planetarium Jakarta, selama kurang lebih sembilan minggu, oleh para Dosen dan Asisten Kelompok Keahlian Astronomi,  dan staf Planetarium dan Observatorium DKI.

Dalam ajang 17th IAO ini, para siswa akan menghadapi tiga ronde pertandingan yang terpisah yaitu Ronde Teori (Theoretical Round) pada 18 Oktober 2012, dan Ronde  Observasi  (Observational Round) pada 19 Oktober 2012, serta Ronde Analisis Data (Practical Round) pada 21 Oktober 2012, dengan selingan ekskursi ke Gwangju Folk Museum and Biennale, National Goheung Youth Space Center, dan Naganeuoseong Folk Village. Salah satu program yang paling menarik adalah kunjungan seluruh peserta dan pendamping ke Korea Astronomy & Space Science Institute (KASI).

 

Soal-soal pertandingan teori diputuskan oleh komite sentral IAO, sedang untuk Ronde Analisis Data dan Observasi oleh komite lokal Korea. Temperatur udara yang relatif dingin dan kering (10-21°C) di lokasi olimpiade, yakni Gwangju di barat daya semenanjung Korea, serta makanan yang berbeda dengan kebiasaan makanan di tanah air diharapkan dapat diantisipasi peserta kita. Peserta menyiapkan materi dan kesenian untuk disuguhkan dalam acara presentasi tim dan pentas dalam ajang IAO ini.

 

Tim akan bertolak 15 Oktober 2010 malam hari ke Bandara Incheon, dilanjutkan dengan bis selama lima jam sampai di Gwangju, dan tiba kembali di tanah air pada sore hari 24 Oktober 2010 dengan menggunakan Garuda Indonesia Airlines.

 

 

                                                            Leaders  Indonesia untuk IAO ke-17

                                                            Dr. Suryadi Siregar, DEA

Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc.

Gambar 1 : Pelepasan Tim IAO di Hall Directorat Pembinaan SMA, Ditjen Pendidikan Menengah, Kemendikbud, Cipete

Gambar 2 (Dari kiri): Tim IESO dan Tim IAO